
Jambore bukan hanya tentang mendirikan tenda dan bermalam di alam terbuka. Bagi anak-anak SMP SACI, Jambore SASS Nusantara 3 di Spekta Merbabu menjadi ruang untuk belajar, mencoba, menghadapi tantangan, dan menemukan pengalaman baru bersama teman-teman.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Upacara Pembukaan, Bakti SASS, dan Inspiring Maestro. Sejak awal, anak-anak diajak untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga terlibat aktif dalam setiap kegiatan dan belajar memberikan kontribusi bagi lingkungan di sekitarnya.
Salah satu kegiatan yang paling menantang adalah Survival Skill Competition. Di sini, siswa belajar berbagai keterampilan yang mungkin tidak mereka dapatkan di dalam kelas. Mereka belajar menentukan arah menggunakan navigasi, membuat bivak sebagai tempat berlindung, membuat perapian, hingga melakukan jungle cooking. Setiap tantangan mengajarkan mereka untuk berpikir, bekerja sama, dan tetap tenang dalam menghadapi situasi yang tidak selalu mudah.

Keseruan juga hadir melalui berbagai perlombaan, seperti panahan, lempar pisau, lempar kapak, Cerdas Cermat Islamika, dan Tahfidz Al-Qur’an. Setiap kegiatan memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keberanian, ketelitian, pengetahuan, dan kemampuan diri.
Tidak hanya berkompetisi, anak-anak juga mengikuti Anjangsana dan Performance Kontingen. Melalui kegiatan ini, mereka berkesempatan bertemu, bersilaturahmi, berbagi cerita, dan mengenal pengalaman dari kontingen lainnya. Kreativitas pun dituangkan melalui berbagai penampilan yang menjadi bagian dari semaraknya Jambore.
Di tengah padatnya kegiatan, Jambore juga menjadi ruang untuk membangun kebiasaan baik. Setiap hari diisi dengan qiyamul lail, shalat Subuh, Al-Ma’tsurat, stretching, BBD, dan refleksi. Rutinitas tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan di alam bukan hanya tentang kekuatan fisik, tetapi juga tentang kedisiplinan dan menjaga nilai-nilai keislaman.
Dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya, anak-anak SMP SACI belajar bahwa tantangan tidak selalu harus dihindari. Terkadang, justru melalui tantanganlah seseorang belajar mengenal dirinya sendiri, belajar mengandalkan tim, dan belajar bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuat.

Pada akhirnya, survival bukan hanya tentang bagaimana bertahan di alam. Survival juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, peduli, mampu bekerja sama, dan tetap berpegang pada nilai-nilai kebaikan.
Jambore SASS Nusantara 3 pun menjadi lebih dari sekadar sebuah perjalanan. Ia menjadi pengalaman yang mengajarkan anak-anak SMP SACI untuk menjelajah dengan berani, bertahan dengan tangguh, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.