Being Good Behaviour is Real Education

Photo of author

Riris

Education is kind of magic word for me. Kalau setiap mendengar kata education, millions of things through my head. Dalam benak saya, bagaimana mengajarkan pendidikan itu sebenarnya? Karena saya meyakini tugas pendidikan yaitu sesuai dengan tugas diutusnya Nabi Muhammad SAW yaitu makarimal akhlak yang artinya menyempurnakan akhlak.

Pasti siapapun akan sepakat, bahwa akhlak harus ditanamkan pada setiap diri seorang peserta didik, akhlak kepada Allah SWT, akhlak kepada diri sendiri, orang lain, maupun alam semesta. Nilai-nilai akhlak dengan kasih sayang, kejujuran, saling menghormati, dan lain sebagainya itu tidak akan dimiliki begitu saja tanpa melewati proses pendidikan. Namun pertanyaannya adalah bagaimana menanamkan akhlak tersebut?

Teringat pertama kali saya menginjakkan kaki disini, di Sekolah Alam Citra Insani. Ada salah satu fasilitator yang membuat saya terkesan pribadi dan perilakunya, setiap hari melihat sosok beliau yang selalu di kebun dari pagi sampai sore. Saya selalu ingin bertanya, siapakah beliau? Kenapa suka di kebun? Apa yang beliau lakukan?. Dua minggu kemudian saya berkesempatan mendampingi kelas 1 SD untuk melakukan pembelajaran gardening, barulah saya mengetahui bahwa beliau bernama Mr. Sulthon. Saat itu kami akan menanam biji pepaya, teringat bagimana anak-anak berjejer dengan lucunya memakai kemeja Ayah dan sepatu booth (masyallah itu juga banyak sekali maknanya, lain kali saya ingin menulis tentang hal tersebut). Mr. Sulthon datang membagikan 10 biji pepaya ke masing-masing anak dan diminta menghitung biji yang didapat.

Seketika beliau bertanya “Ada yang bijinya lebih dari 10?”

Lalu salah satu siswa menjawab, “aku Mister.”

“Wah hebat mas Juna, kamu pandai berhitung dan mau jujur.” Respon Mr. Sulthon

Saya berpikir darimana jujurnya? Kan si Juna memang benar bisa menghitung. Meski banyak pertanyaan di benak saya, tapi saat itulah saya menyadari ada deep feel ketika memperhatikan beliau mengajar, mendampingi, dan berinteraksi dengan anak-anak. Well makna-makna pendidikan penting yang diajarkan beliau sungguh membuat saya terpukau.

Semakin lama mengenal beliau, banyak hal yang saya pelajari. Bagaimana beliau berperilaku, bagaimana beliau berbicara, dan yang terpenting adalah cara beliau memuliakan orang lain. Dan inilah tujuan pendidikan sebenarnya, yaitu membentuk perilaku siswa dengan akhlak yang mulia. Orang yang tidak jujur tentu tidak akan mampu menanamkan kejujuran kepada siapapun. Orang yang sehari-hari bermusuhan, konflik, menjatuhkan orang lain, maka tidak akan dapat menanamkan kedamaian dan kasih sayang. Jadi dalam proses Pendidikan akhlak adalah orang yang mendidik harus terlebih dahulu melakukannya. A good education can change anyone, but a good teacher can change everything.

Leave a Comment